Propolis

Desember 7th, 2010 by madupropolis

PROPOLIS :Lembaga Riset Kanker Columbia, 1991; menyatakan bahwa dalam propolis terdapat zat CAPE yang berfungsi mematikan sel kanker. Dengan pemakaian Propolis secara teratur selama 6 bulan dapat mereduksi kanker sebanyak 50%.. Propolis sering disebut pinisilin dari RusiaOBAT SAPU JAGAD

Apakah Propolis itu? Propolis adalah substrak getah yang keluar dari tunas daun dan kulit batang tanaman Conifer (golongan pinus) yang dikumpulkan lebah madu. Lebah kemudian mencampurkannya dengan zat yang disekresi dari kelenjar air lebah.

Propolis digunakan lebah untuk menambal sarang dan melapisi cel-cel sarang lebah. Propolis digunakan untuk melindungi sarang dan larva dari serangan bakteri, virus, jamur dan musuh-musuh lebah lainnya. Dengan adanya propolis maka Cel sarang lebah menjadi sangat steril bahkan disebutkan sebagai ruangan paling steril di dunia.

propolis cair PROPOLISSifat disinfektan propolis yang sangat ampuh di buktikan dengan ditemukannya seekor tikus yang mati dalam sarang lebah lebih dari 5 tahun tidak mengalami pembusukan. Jadi ketika tikus masuk sarang lebah kemudian di bunuh oleh lebah karena lebah tidak bias mengeluarkan bangkai tikus maka lebah membungkusnya dengan propolis. Tikus yang di bungkus propolis itu tidak bias membusuk dan menjadi mumi.

Propolis merupakan senyawa kompleks yang terdiri dari 55% resin, 30% lilin lebah, 10% minyak aromatik dan 5% bee pollen.

Kandungan Propolis adalah :

  1. Propolis mengandung semua Vitamin kecuali vitamin K.
  2. Propolis mengandung semua Mineral yang dibutuhkan tubuh kecuali Sulfur.
  3. Propolis mengandung 16 rantai Asam amino esensial yang dibutuhkan untuk regenerasi sel.
  4. Propolis mengandung Bioflavanoid, yaitu zat antioksidan sebagai suplemen sel. Menurut penelitian, kandungan Bioflavonoid pada satu tetes propolis setara dengan bioflavonoid yang dihasilkan dari 500 buah jeruk.

PENYEMBUHAN PROPOLIS

PENYAKIT

PENYAKIT

Batuk, Asthma, Bronchitis, Paru-Paru, Sinusitis, Flu, Demam, Sakit Kepala

Kanker, Tumor, Gangguan Jantung, Ginjal, Hati dan Diabetes

Luka benda tajam, Luka terbakar

Darah Tinggi, Darah rendah

Infeksi Ke-Wanitaan

Hepatitis/Liver

Herpes, Penyakit kulit kronis

Asam Urat, Rematik

Jerawat, Bisul

Radiasi

Infeksi kulit, Telinga, Gigi

Stres, Parkinson

Wasir, Ambeien

Gangguan Pencernaan, Maag

Propolis sebagai pengobatan alami; mengandung zat aktif yang berfungsi sebagai obat untuk berbagai macam penyakit. Fungsi pengobatan meliputi hal-hal sebagai berikut :

  1. Propolis sebagai antibiotic alami, antiviral dan sekaligus antifungal alami tanpa efek samping.
  2. Propolis menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan bakteri, misalnya :thypus, diare/muntaber dan sebagainya. Dapat juga untuk bau ketiak yang sangat mengganggu, karena di dalam lipatan ketiak terdapat bakteri atau jamur yang menyebabkan bau.
  3. Propolis menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan virus, misalnya : demam berdarah, flu, TBC dan sebagainya.
  4. Propolis menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan jamur, misalnya : eksim, panu, keputihan, ketombe dan sebagainya.
  5. Propolis sebagai Anti peradangan (infeksi dan luka), misalnya :maag, luka luar, radang tenggorokan, sakit gigi, radang ginjal, luka baker dan sebagainya.
  6. Propolis sebagai anti kanker dan mutagenesis sel, misalnya : kanker tumor, mium, kista dan sebagainya.
  7. Propolis berfungsi untuk membersihkan pembulu darah dan detoksifikasi
  8. Propolis berfungsi sebagai pembuangan racun, misalnya : asam urat, kolesterol, trigliserin, darah tinggi, jantung, stroke, diabetes mellitus dan sebagainya..
  9. Propolis juga penyembuh ajaib bagi penyakit seperti Tumor, jantung dan pembuluh darah, diabetes mellitus, ateriosklerosis atau pengapuran pembuluh darah oleh lemak, infeksi, gangguan pencernaan, gangguan pernafasan, penyakit syaraf, arthritis dan rematik.
  10. Propolis sebagai penetral racun dalam tubuh dan sekaligus anti oksidan kuat
  11. Propolis meningkatkan System kekebalan tubuh

Pendapat para Ahli

Berikut adalah pendapat para ahli tentang propolis dan kegunaan lain :

  1. John Diamond MD; Propolis mampu mengaktifkan kelenjar thymus yang berfungsi sebagai sistem imunitas tubuh.
  2. Ray Kupinsel; Propolis sebagai anti biotik alami yang mampu melawan berbagai macam penyakit tanpa efek samping
  3. Profesor Arnold Becket; Propolis mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur.
  4. Russia Research Team (Tim Riset Rusia); Dalam propolis terdapat zat anti biotik alami dan anti viral, vitamin, asam amino, mineral yang sangat mujarab untuk penyakit mulut, tenggorokan.
  5. Dr. Fang Chu (dokter di Lien Yu Kang Hospita Tiongkok); propolis berguna untuk penyakit kandungan lemak tinggi dalam darah dan untuk penyakit jantung.
  6. Lembaga Riset Kanker Columbia, 1991; dalam propolis terdapat zat CAPE yang berfungsi mematikan sel kanker. Dengan pemakaian zat CAPE secara teratur selama 6 bulan dapat mereduksi kanker sebanyak 50%.
  7. Majalah anti biotik VP Kivalkina; propolis sangat efektif untuk infeksi tanpa batas kadaluarsa
  8. Dr. K. Lund Aagaard “ Propolis, Natural Substance, the way to health” . Bioflavanoid yang terkandung didalam propolis dapat mendegradasi radikal bebas yang disebabkan polusi, bahan pengawet dan bahan kimia lain yang masuk ke dalam tubuh. Kemampuan kerja bioflavanoid ini setara dengan kemampuan 500 buah jeruk.
  9. Prof. Hembing Wijaya kusuma: propolis sangat baik untuk kesehatan kulit dan berkhasiat luar biasa.

Propolis dari zaman ke zaman

  1. Di Yunani, Propolis telah dikenal sebagai pengobatan luka-luka dan berbagai penyakit yang tidak bisa disembuhkan.
  2. Hippocrates (460-370 SM), sebagai bapak ilmu kedokteran, mengunakan bee pollen dan propolis sebagai obat untuk memerangi berbagai penyakit.
  3. Romawi memuja lebah dan Propolis sebagai pengobatan, ahli jiwa menggunakan propolis sebagai obat ekstrak dari sengatan dan semua zat-zat racun, mengurangi pembekakan, mengendorkan serta mengurangi rasa sakit di otot.
  4. Mesir telah mengenal propolis sebagai pengobatan dan symbol ke-Agamaan.
  5. Pada perang Boer (1888-1902) antara penduduk Afrika Selatan dan Inggris, propolis digunakan untuk menbersihkan luka dari infeksi dan menyembuhkan luka dengan cepat.

Cara Kerja Propolis dalam melawan KANKER : Propolis mengandung zat CAPE (asam Cafeic Phenetyl Esther), berbeda dengan kerja obat Interferon yang membunuh virus juga merusak sel sehat, sehingga pengobatan kanker sering kali menimbulkan pengaruh buruk kepada pasien. Berbeda dengan Propolis, zat CAPE menekan tranformasi DNA-RNA virus sehingga memungkinkan virus menjadi tidak berkembang dan merusak jaringan virus. Dengan demikian virus bisa lenyap tanpa merusak sel-sel jaringan tubuh pasien KANKER.

. Propolis: Sang Penyembuh Luar Biasa 
.PROPOLIS Menyembuhkan penyakit Gigi, Gusi dan mulut 
· Kediaman Lebah Sebagai Antibiotik dan Antikanker
· Royal Jelly : Rahasia Awet Muda 
· Bee Pollen: Makanan Terlengkap Nutrisinya di Alam 
· MADU Mengurangi Resiko Penyakit Jantung
. Obat Mata

BIOLOGICAL ACTIVITIES OF PROPOLIS

Agustus 4th, 2010 by madupropolis

Yong Kun Park; Severino Matias de Alencar; Fabiana Fonseca de Moura & Masaharu Ikegaki.

The origin of the man’s knowledge on the nutritious, healing and prophylactic virtues of the products of the bees is plenty of curiosity and interest.

Practically all the ancient civilizations with their millenarian therapies knew and used the products of the bees as a valuable resource in its medicine. The histories of the medicine of the Chinese, Tibetan, Egyptian and Greco-Roman civilizations are also rich, containing in their old writings, hundreds of recipes based mainly on honey, Propolis, bee larvae and sometimes the own bees, to cure or to prevent illnesses. From the Hebraic Civilization, the Holly Bible, in some texts, exalts and ennobles the nutritious and medical properties of the honey. Some other texts refer to the Propolis as ” The balm of Gileade “, that was used to cure wounds, reaching high prices in the market of that time. In Japan, the use of the Propolis took a great pushing in 1985, after the accomplishment of XXX International Congress of APIMONDIA in the city of Nagoya. Nowadays, Japan is the principal consumer of Propolis.

In the last two decades it has been observed a major interest on the products of the species Apis Mellifera bees, as honey, royal jelly, apitoxin, pollen and Propolis. These products have been of great acceptance, mainly for its therapeutic properties, originating a new ramify of the alternative medicine, denominated Apitherapy. Among the several bee products, Propolis has been highlighted due to its several therapeutic and biological properties, mentioned in several scientific works, all over the world.

Propolis is a balm-resinous substance that possesses several consistence and coloration, varying from brown to dark green. Bees collect it from several parts of the plants as sprouts, floral buttons and resinous exudates, being transported inside of the beehive and modified by the bees through its own enzymes. This substance is used by the bees in the entrance of the beehives in order to close openings, to avoid the penetration of cold wind and, mainly to prevent from natural enemies (fungus and bacteriae), besides being used to embalm small dead animals, killed by the bees, which could not be removed, thus avoiding their rotting. Propolis is also used as a construction material inside the beehive, welding honeycombs, frames and polishing the interior of the alveoli for the queen to do the posture.

” Biological and/or Pharmacological Activities “

Some studies have been made, among the groups selected according to the methods described above, for the determination of the physiologic activity, such as anti-microbial, anti-inflammatory, antioxidant, antiviral and anticancer.

The therapeutic properties of Propolis have been motivating isolation researches, identification of chemical compounds, and the possible relationship of these with its biological activity. The presence of several phenolic compounds explains, partly, the great variety of the biological and therapeutic properties told in the literature, mainly in the last 3 decades. In the figures 1 and 2, some biological and therapeutic properties described in the literature can be seen.

Antibiotic: The antibiotic activity, in vitro, of the Propolis was verified from several lineages Gram positive bacteriae (Bacillus brevis, B.polymyxa, B.pumilus, B. sphaericus, B. subtilis, Cellulomonas fimi, Nocardia globerula, Leuconostoc mesenteroides, Leuconostoc mesenteroides, Staphylococcus aureus and Streptococcus faecalis) and Gram negatives (Aerobacter aerogenes, Alcaligenes sp., Bordetella bronchiseptica, Escherichia coli, Proteus vulgaris, Pseudomonas aeruginosa and Serratia marcescens). Researches accomplished at our laboratory have been proving a high antibiotic strength, against certain bacteriae, like Staphylococcus aureus and Sptreptococcus mutans. Some of those Propolis samples presented high concentrations of the flavonoids galangine and pinocembrine, which are considered to be antimicrobial agents.

Anti-inflammatory Activity: Another biological activity attributed to the Propolis is related to its anti-inflammatory action. Several mechanisms are related to the inflammatory processes, resulting in problems as arthritis reumathoid and artrosis or even the formation of edemas and pain sensation. There are reports in the literature, of the usage with success, of ethanolic extracts of Propolis in laboratorial tests, in vitro and alive in. In several models in vitro, Propolis presented an inhibition of the plaquetary aggregation and of the eicosanoid synthesis, suggesting that it possesses a powerful anti-inflammatory activity. In experiments using guinea pigs was verified that the Propolis extracts presented a result comparable to the pattern commonly gotten, when using a drug like Diclofenac (Khayyal et al., 1993). Another work using ethanolic extract of Propolis was accomplished at our laboratory, where there were evaluated different concentrations of alcohol for the preparation of the extracts and its relationship with inhibition of an enzyme called hialuronidase, that is responsible for a lot of the inflammatory processes, presently known.   Propolis, in those tests was observed to inhibite, in a considerable way, the activity of this enzyme. The ideal concentration of ethanol, for the preparation of the extract that presented the largest inhibition was 80%.

Antioxidant activity: The oxidation of a certain material (as a piece of iron, fatty, or even human tissue) is related, mainly, to its degradation and/or deterioration. In the human body the oxidation is linked to the ageing process, mutation of the genetic material and of the degradation of the alive tissue. The responsible compositions for that malicious action are known as free radicals. In the nature, several substances fight those existing radicals, as the Vitamin C and the Vitamin E among others. Recently, Propolis has been studied as an alternative to combat that oxidation. Its chemical composition, formed essentially by phenolic compounds suggests us to believe that it is a product with great antioxidant strength, once those compositions are known as such. In laboratory, some studies showed that one of the compositions present in Propolis, known as CAPE, acts as an excellent antioxidant, thus inhibiting the formation of free radicals (Jaiswal et al., 1997). In our laboratory, studies were also carried out about the antioxidant activity of Propolis: the results were very satisfactory because Propolis inhibited the oxidation of a reaction mixture formed by b-carotene and linoleic acid, in almost 95%.

Anti-fungal: Some authors demonstrated that among other activities, Propolis has antimicotic action due to cynamic acid and a flavonoid named crisina. There are reports in the literature that a 50% Propolis ointment cured with no return, 97 of 110 patients with Kerion on the scalp. In addition, other authors verified that the ethanolic extract of Propolis has demonstrated an inhibitory activity on 17 dermatofite stumps, and also showed that Propolis formulation with propylene glycol was same or superior to the one of the antifungae medications against the mushrooms M. kennels, T. rubrum, T. mentagrophytes and Scopulariopsis. Ghaly et. al. (1998) verified recently that the ethanolic extract of Propolis at 3 and 4 grams per liter, reduced the germination percentage and the production of aflatoxin from mushroom Aspergillus flavus.

Anesthetic: There are in the literature several reports on the anesthetic effect of Propolis. Ghisalberti (1979) reports that Propolis extract was capable to produce a total anesthetic effect in corneas of rabbits. The ethanolic extract of Propolis (40g in 100 ml of ethanol 70%), was reported to be 3-5 times stronger than the cocaine used as an anesthetic, which was introduced in dental practice, in the old Soviet Union, in 1953.

Antiprotozoa: The antiprotozoa activity of the Propolis was confirmed in inflammations provoked by Trichomomas vaginalis (Scheller et.al., 1977). Later on, the effect of the Propolis extract was verified on the growth, in vitro, of the protozoan Giardia lamblia, which presented an inhibitory effect of 98% (Towers et. al., 1990). Considering the perspectives of the Propolis and its anti-protozoan activity, there is a lot to study and to know about the Propolis.

Antiviral: The researches have been showing a positive effect of the Propolis on the virulence and the duplication of some virus lineages, such as: herpes, adeno virus, corona virus, and rota virus. Besides, the effect in vitro of the Propolis was already investigated on several viruses as herpes simplex types 1 and 2, mutant resistant to aciclovir, adenovirus type 2, virus of the vesicular estomatite and poliovirus type 2.

Anticancer: There are in the literature some works telling on anticancer activity of Propolis extracts. Compounds derived of cynamic acid and other, known as terpenoids showed good citotoxic activity. Our studies have been demonstrating that certain Propolis groups (among the 12 classified until the moment) obstructed the growth of cancerous cells in laboratory experiments. In this study, these 12 types of Propolis were placed in contact with different cancerous cells, of the intestine, kidney, sucks, nose and pharynx. After two weeks, enough time so that the cells reproduced and grew, ten samples had presented, in different degrees, not just inhibition of the growth, but partial destruction of the cells. The method of calculation of inhibition of tumors used in the study had, as comparison base, the results obtained by the drug Etoposide, the most powerful existing to combat the cancer. That method was developed by the National Institute of Cancer of the USA. When compared with the drug test, Etoposide, a pattern of different performance can be observed, suggesting, in that way, the existence of new citotoxic principles in the composition of the studied Propolis.

Source : Published on “Revista OESP – Alimentação” n° 27 de novembro/dezembro de 1.999.

Propolis: Obat Kanker

Juli 24th, 2010 by madupropolis

Berdasar riset yang dilakukan di laboratorium Pengujian dan Penelitian Terpadu (LPT) UGM, produk propolis yang diteliti dapat menghambat sel kanker HeLa (sel kanker serviks), Siha (sel kanker uterus), serta T47D dan MCF7 (sel kanker payudara) dengan nilai IC50 berkisar 20 - 41 µg/ml. Artinya, propolis dosis 20 - 41 µg/ml dapat menghambat aktivitas 50% sel kanker dalam kultur.

Itu sejalan dengan penelitian dr Woro Pratiwi MKes SpPD, dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM). Propolis yang diberikan selama 1 bulan memiliki efek antikanker dalam organisme hidup. Itu ditunjukkan dengan menurunnya jumlah nodul atau tonjolan tumor dan menurunnya aktivitas proliferasi - penggandaan - sel tumor kelenjar payudara pada mencit. Namun, efeknya masih lebih rendah dibanding pada mencit yang diberi obat kanker standar, doksorubisin. ‘Sehingga, perlu dikaji penggunaan propolis dengan obat antikanker terstandar untuk memberikan efek terapi optimal dan efek samping minimal,’ ujar Woro.

Polifenol dan flavonoid, sebagian senyawa yang terkandung dalam propolis, kemungkinan berperan menghambat proliferasi sel kanker. Menurut Dr Edy Meiyanto dari Fakultas Farmasi UGM, flavonoid biasanya mempunyai struktur khas yang mampu menghambat protein kinase yang digunakan untuk proliferasi sel. Jika protein kinase ini dihambat, proses fisiologi sel pun terhambat sehingga sel melakukan apoptosis alias membuat program bunuh diri.

‘Senyawa golongan flavonoid dan polifenol yang ada dalam propolis juga memiliki efek antioksidan dan antitrombositopenia,‘ kata Prof Dr Mustofa MKes Apt dari Bagian Farmakologi & Toksikologi FK UGM. Penelitian tim FK UGM menunjukkan sediaan propolis yang diuji mampu mencegah penurunan trombosit pada mencit yang diinfeksi Plasmodium berghei - salah satu parasit penyebab malaria pada mamalia selain manusia. Dosis optimal 5 ml/kg bobot badan juga mampu meningkatkan jumlah eritrosit hingga 37% setelah 8 hari pemberian.

sumber: trubus online

Madu dan Obat Tetes Mata

Madu: Cantik Alami dan Rahasianya

Juni 21st, 2010 by madupropolis

Anda Ingin tampil Cantik Alami? Kulit Lembut Bersinar? Atau Bibir Segar Merona?

Selain kecantikan dari dalam, tampilan fisik bagi wanita sangatlah penting. Semua wanita pasti mendambakan cantik alami dengan pesona dari dalam dan juga tampilan kulit wajah dan bibir yang segar. Sekarang banyak sekali salon-salon kecantikan yang menawarkan perawatan seperti ini.

Tahukah anda sejak zaman Cleopatra Madu telah digunakan sebagia ramun khusus untuk membuat wanita cantik alami? Sudah teruji dan terbukti madu membuat Cleopatra dan banyak wanita lainnya dipuja kecantikannya sepanjang masa.

Kenapa Madu begitu Istimewa sebagai perawatan kecantikan?

Hasil riset paling mutahir tentang madu: madu mengandung Alfa Hydroxy acid (AHAs) yang sangat baik sekali sebagai skin cream dan mousturizers karena madu akan meningkatkan kekenyalan kulit.

Selain itu madu juga kaya akan flavanoid dan asam-asam amino yang berfungsi sebagai pelembab kulit alami.

Saat ini, pengunaan Madu sebagai perawatan tubuh baik wanita maupun pria semakian meningkat mulai dari perawatan kulit, kosmetika, sabun, sampo, body scrubs dll.

Memadukan Madu dengan produk perlebahan lainnya seperti Royal Jelly dan Propolis akan menambah manfaatnya.

Fungsi madu pada jaringan kulit:

  1. Menjaga elastisitas kulit
  2. Pelembab alami kulit
  3. Membantu mengelupaskan jaringan kulit yang rusak/mati.
  4. Mebersihkan kulit dari peradangan dan infeksi bakteri ( jerawat )
  5. Menghaluskan dan menyegarkan kembali jaringan kulit sehingga bisa tampil lebih lembut dan segar.

Cara pemakaian:

Cukup oleskan madu pada bagian kulit dan biarkan madu meresap ke dalam kulit sekitar 1 jam. Madu yang meresap kedalam kulit akan berfungsi sebagai pelembab, merangsang tumbuhnya jaringan baru dan sekaligus membantu mengelupaskan jaringan lama yang sudah mati.

Lembutkan bibir anda dengan mengoleskan madu sebelum tidur. Karena madu mampu melembutkan, melembabkan dan mencegah kulit bibir yang mengering atau pecah-pecah.

Sebagai obat Jerawat: madu yang mengandung propolis cukup kuat untuk mengobati jerawat yang disebkan oleh komedo, peradangan atau infeksi bakteri Propionilbacterium acne. Oleh karena itu madu propolis sangat baik untuk mengobati jerawat.

Catatan Khusus:

Untuk Hasil maksimal gunakan madu murni yang baru dipanen dari sarangnya. Kami juga menyediakan Madu Propolis yang berasal dari Madu pilihan, propolis dan Royal jelly yang kaya collagen.

Selamat mencoba dan hadirkan kembali kulit anda Lembut, Segar, Merona

. Propolis: Sang Penyembuh Luar Biasa
 .PROPOLIS Menyembuhkan penyakit Gigi, Gusi dan mulut 
· Kediaman Lebah Sebagai Antibiotik dan Antikanker
· Royal Jelly : Rahasia Awet Muda 
· Bee Pollen: Makanan Terlengkap Nutrisinya di Alam 
· MADU Mengurangi Resiko Penyakit Jantung 

Pengobatan Bronchitis dengan PROPOLIS

April 29th, 2010 by madupropolis

Bronchitis adalah peradangan disebabkan oleh basil atau virus dan berbagai zat polutan seperti zat kimia dari rokok atau asap rokok dan unsur polusi lainnya. Peradangan ini terjadi pada batang tenggorokkan dan mengakibatkan keluarnya lendir. Adanya lendir ini membuat tubuh bereaksi batuk-batuk yang merupakan mekanisme untuk membersihkan lendir. Keadaan ini akibat dari meradangnya saluran napas yang menghubungkan tenggorokan dengan paru-paru (bronchus).

Apabila peradangan terjadi berlangsung terus-menerus selama 2 tahun yang ditandai dengan batuk-batuk disertai dahak yang berlebihan disebut dengan bronchitis kronis. Gejala sakit lainnya yang biasanya di rasakan penderita adalah : munculnya rasa nyeri dan panas di bagian dada, mengalami kesulitan bernapas, suhu tubuh meninggi akibat peradangan, dan terkadang disertai dengan gejala batuk yang mirip gejala asma.

Sedangkan pada bronchitis kronis biasanya ditemukan unsur alergi dari si penderita serta adanya faktor turunan yang mempengaruhinya. Bronchitis kronis termasuk penyakit sumbatan paru menahun yang bersifat makin lama makin bertambah hebat keluhannya. Kebiasaan mengisap rokok merupakan faktor pendukung timbulnya bronchitis kronis.

Pengobatan Bronchitis dengan PROPOLIS

Sudah sejak lama secara tradisional kita mengenal cacahan sisiran lilin lebah mengandung banyak propolis digunakan untuk mengobati bronchitis.

Pada tahun 1975 dokter-dokter dari Rusia telah melaporkan hasil penelitian penyakit Pheuminia dari 76 anak. Penelitian ini untuk meneliti efektifitas penggunaan antibiotik yang umum dipakai dibandingkan antibiotik alami dari Propolis. hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan antibiotik alami dari Propolis menunjukan hasil yang sangat memuaskan dibandingkan dengan antibiotik kimia dalam mengatasi penyakit pheumonia pada anak-anak.

Pada tahun 1980 Dr Schelle dari Silesian Medical School merawat 260 pekerja di pabrik baja yang menderita bronchitis. Pasien dirawat dalam 24 hari dengan menggunakan pengobatan extrak propolis cair. Hasilnya penggunaan propolis sangat efektif untuk mengobati bronchitis.

Pada tahun 1989 Peneliti Rusia merawat 104 pasien yang menderita bronchitis kronis metode konvensional digunakan terhadap 56 pasien sedangkan 48 pasien diberikan obat hisap propolis dan madu. Pasien yang mendapatkan propolis dan madu bisa keluar rumah sakit 3-4 hari lebih cepat dari pasien yang dirawat secara konvensional. Tingkat pasien yang kembali sakit untuk yang dirawat secara konvensional 2x lebih tinggi dari pada yang dirawat memakai madu dan propolis.

Mengkombinasikan Madu dan propolis untuk penyembuhan bronkitis terbukti cukup efektif. Madu juga mempunyai zat anti bacterial sehingga mendukung kerja propolis dan perpadunan madu serta propolis akan terasa lebih nikmat.

  • PROPOLIS
  • Propolis: Sang Penyembuh Luar Biasa
  • Royal Jelly : Rahasia Awet Muda
  • Bee Pollen: Makanan Terlengkap Nutrisinya di Alam
  • MADU Mengurangi Resiko Penyakit Jantung
  • Madu “Makanan Istimewa” untuk Kebugaran Tubuh

    Desember 13th, 2009 by madupropolis

    Madu ternyata tak cuma nikmat diminum. Si kental manis asam ini juga baik untuk kesehatan tubuh pengonsumsinya. Bahkan, ia sudah mulai dilirik sebagai bahan obat.

    Padahal, sebenarnya madu merupakan cadangan pakan bergizi tinggi bagi anak-anak lebah. Wajar kalau kemudian madu dimasukkan ke dalam kelompok bahan makanan bergizi oleh manusia.

    Sebagian masyarakat Indonesia yakin kalau madu merupakan cairan alami yang enak dan manis. Kita juga beranggapan, madu kental itu sebagai “makanan istimewa” untuk kebugaran tubuh. Serta katanya, mampu menjaga lestarinya kemampuan seksual seseorang. Menurut sumber kepustakaan, setiap 1.000 g madu bernilai 3.280 kalori. Nilai kalori 1 kg madu sama dengan 50 butir telur atau 5,575 l susu, atau 1,680 kg daging.

    Sebetulnya, khasiat madu amat berkaitan dengan kandungan gulanya yang tinggi. Yakni fruktosa 41%, glukosa 35%, dan sukrosa 1,9%. Serta unsur kan-dungan lainnya, seperti tepung sari ditambah berbagai enzim pencernaan. Lalu ada vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, antibiotika, dan lainnya.

    Meski sama manisnya, perlakuan tubuh manusia terhadap madu yang manis itu berbeda dibandingkan dengan gula atau gula pasir. Madu dapat diproses langsung menjadi glukogen, sedangkan gula harus diproses terlebih dulu oleh enzim pencernaan di usus. Dengan demikian tubuh manusia bisa lebih cepat merasakan manfaat madu dibandingkan dengan gula pasir. Dari beberapa hal itu, rasanya bisa disimpulkan kalau madu bisa memberikan manfaat sangat penting dalam kehidupan manusia.

    Madu peternak lebih baik
    Madu memang sudah dikenal sebagai sumber pakan berkhasiat, konon sejak ribuan tahun lalu. Dalam penggunaan sehari-hari, selain diminum dan dicicipi langsung, madu biasanya dipakai dalam industri susu bubuk, pabrik jamu, juga industri bahan makanan, misalnya untuk campuran roti, kue-kue, dan lainnya. Termasuk pula sebagai salah satu bahan makanan dalam kaleng, sirup, dan sebagainya.

    Sayangnya, konsumen umumnya masih buta tentang mutu madu yang baik. Apalagi berbagai kemasan madu yang ada di pasaran jarang mencantumkan kandungan apa saja yang terdapat pada madu dalam botol itu. Seandainya dicantumkan pada kemasan, tetap saja sulit untuk mengetahui benar tidaknya kandungan 11 unsurnya, sebagai parameter yang ditentukan dalam Standar Industri Indonesia atau SII 0156-86.

    Penelitian dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan Balai Besar Penelitian dan Industri Hasil Pertanian Bogor pada 1991 menyimpulkan, mutu madu produksi Indonesia, umumnya masih berada di bawah ketentuan SII. Lebih mengejutkan lagi, hasil penelitian yang dilakukan Laboratorium FMIPA Universitas Brawijaya Malang pernah menyimpulkan bahwa mutu madu produksi petani peternak secara umum, lebih baik dibandingkan dengan madu yang dijual di toko-toko, dengan segala kemewahan merek dan kemasannya.

    Di sinilah perlunya peran para ahli untuk memberikan berbagai syarat madu yang memenuhi standar secara jelas dan ringkas, sehingga mudah diserap masyarakat luas. Di lain pihak perlu adanya itikad baik dan kejujuran dari para produsen serta penjual madu, sehingga berbagai macam madu yang beredar di pasaran tidak membingungkan kualitasnya.

    Royal Jelly
    Dalam perkembangan lebih lanjut, manusia menemukan produk lebah yang lebih hebat dibandingkan dengan madu, yaitu royal jelly alias “susu ratu”.

    Dalam beberapa penelitian, royal jelly memberikan petunjuk katanya bisa menggantikan sel-sel tubuh yang mati, serta memelihara kebugaran tubuh. Juga disebut-sebut – lagi-lagi katanya – mampu mempertahankan keperkasaan lelaki. Bahkan, beberapa ahli lebah madu di Eropa kini kabarnya sedang meneliti kemungkinan royal jelly untuk mengobati penderita leukemia, kanker, dan AIDS.

    Madu konon bisa menggantikan antibiotika bagi pasien pengidap kanker, juga menyembuhkan efek sampingan prosedur kuratif, dan obat rematik. Sedangkan venom atau racun lebah dapat untuk mengobati prostatitis kronis dan wasir. Juga dapat merehabilitasi pasien berpenyakit jantung, penyakit kulit, tukak lambung, luka bakar, dan sebagainya. Dalam suatu seminar internasional di Swis, tahun 1995, para peneliti dan ahli apiterapi juga ahli farmasi menyatakan dirinya siap bekerja sama secara internasional, untuk mengembangkan produksi obat-obatan dari produk lebah madu dan royal jelly.

    Royal jelly yang disebut “susu ratu” sebetulnya bukan susu. Apalagi madu yang dihasilkan sang ratu lebah. Itu sebetulnya bahan makanan khusus untuk ratu lebah. Diduga karena terus-menerus makan royal jelly, queen bee itu bisa berumur antara 5 – 6 tahun.

    Sejak 1922, seorang peneliti dari Prancis telah merekomendasikan royal jelly untuk pengobatan. Meski begitu sampai saat ini berbagai unsur yang terkandung di dalamnya belum bisa diketahui seluruhnya. Royal jelly yang manis agak kecut tetap merupakan misteri yang menggoda para ilmuwan.

    Selebihnya, masih banyak laporan penelitian tentang berbagai produk lebah yang menunjukkan hasil positif untuk pengobatan, baik setelah mengonsumsi madu, tepung sari atau polen, maupun royal jelly. Sayangnya, kenyataan itu sulit diterima organisasi kesehatan dan perguruan tinggi kedokteran di beberapa negara dengan alasan kurangnya bukti ilmiah. Setidaknya, begitulah antara lain pernyataan pakar apiterapi dari Jerman.

     http://www.madupropolis.com

    Propolis Vs Obat Syntetic

    Desember 10th, 2009 by madupropolis

    Propolis  atau obat synthetic yang kita pilih saat anak kita sering jatuh sakit? Ketika anak jatuh sakit dan pergi ke dokter, umumnya dokter akan memberikan obat sebagai berikut: obat penurun demam, obat penyembuh sakit yang diderita, vitamin, antibiotic synthetic atau obat-obatan lainnya. Dan umumnya obat yang diberikan dokter jika dikonsumsi terus menurus justru akan memberikan efek samping bagi perkembangan anak.

    Lantas apa keungulan Propolis dibandingkan dengan Obat synthetic?

    Propolis merupakan obat alami yang disediakan alam untuk umat manusia. Propolis dikumpulkan oleh lebah madu dari tumbuh-tumbuhan atau pucuk muda dan kulit pohon terutama pohon poplar. Setelah itu propolis dicampur dengan enzim-enzim dari tubuh lebah itu sendiri.

    Propolis merupakan 100% zat alami yang banyak mengandung zat-zat berguna bagi kesehatan tubuh. Propolis merupakan antibiotic alam yang bebas racun dan tanpa efek samping.

    Hal ini tentu berbeda dengan obat synthetic  yang dibuat secara masal dengan merubah struktur kimianya sehingga mirip dengan Zat alami aslinya. Penggunaan obat synthetic secara terus menerus  akan mengakibatkan pengaruh negative baik bersifat sementara atau permanen yang umumnya bisa menimbulkan penyakit baru bagi penderita.

    Propolis vs Obat synthetic : Propolis besifat penetral racun dan obat synthetic umumnya mengandung racun. Propolis merupakan antibiotic alami dan Obat synthetic adalah antibiotic buatan. Propolis besifat tanpa efek samping dan Obat synthetic bisa menimbulkan efek samping jika dikonsumsi terus menerus. Propolis besifat mutiguna jadi saat dikonsumsi memperbaiki keseluruhan system tubuh sedangkan obat synthetic umumnya diproduksi secara spesifik hanya untuk penyakit tertentu.

    Keungunlan Propolis lainnya jika dibandingkan dengan Obat synthetic. Propolis mengandung Bioflavanoid yang berperan dalam meningkatkan system imun (kekebalan tubuh). Bioflavanoid dalam propolis bekerja dengan cara meningkatkan aktivitas dan perbanyak limfosit T dan makrofag yang sangat berguna dalam memusnakhan zat asing dalam tubuh seperti bakteri, sel kanker/tumor dan virus.

    Propolis Juga bisa dikonsumsi bersamaan dengan obat dokter tanpa efek samping. Sekarang pilihan kembali kepada kita, apakah dalam menjaga kesehatan anak-anak kita memilih obat sintetik atau obat alami yang disediakan oleh alam.

    sumber: http://www.madupropolis.com

    Halo dunia!

    Desember 10th, 2009 by madupropolis

    Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!